Selasa, 28 Januari 2014

BAKSOS Jatinegara

DKI Jakarta kembali di landa Banjir, membuat aku dan teman - teman berlomba - lomba untuk membantu meringankan beban korban banjir. 

Awalnya saat diberi tugas untuk mengkoordinir BAKSOS Jatinegara oleh ketua BADARIS rasanya sedikit kurang percaya diri, gak tau bisa atau gak ngelaksanain tugas ini. Karna biasanya aku cuma bantu - bantu sedikit aja hehehhe. 

Mau nolak pun gak bisa juga, karena pada hari yang sama temen - temen yang lain akan pergi survei ke Karawang, siap gak siap yah HARUS SIAP ! hahahha
#Walahh dalahhhh ... piye iki yoo??? xixixi

Bermodalkan berani dan pengen nemuin sesuatu yang baru maka perintah dari Mas'ul BADARIS pun aku sanggupin. Toh udah ada bekel dari pantauan lokasi secara langsung tiap berangkat kerja dan banyak baca artikel tentang perkembangan kabar pengungsi korban banjir, jadi gak buta - buta banget deh soal mau tolong menolong ehhehhe.

Dan sebelumnya juga sudah melakukan survei dengan KAPUT BADARIS JTW sepulang kerja, bertemu dengan kordiantor untuk menayakan sumbangan yang paling dibutuhkan pada saat itu. Dari keterangan yang didapat keperluan yang dibutuhkan berbeda dari perkiraan semula. Awalnya kami akan menyumbangkan Pangan dan sandang tapi ternyata mereka lebih membutuhkan untuk keperluan anak - anak seperti perlengkapan sekolah, pelengkapan bayi juga obat - obatan. 

Setelah itu kami pun merencanakan ulang pada malam itu juga, sempat melewati perdebatan seru yang akhirnya mencapai kesepakatan menyenangkan. hehehe
Keesokan harinya aku dan temanku mempersiapkan daftar belanjaan peralatan tulis dan pergi ke salah satu pasar  di Jakarta. 

Segalanya sudah dipersiapkan dengan rapi, semua anggota BADARIS ikut mempaketkan barang belanjaan yang akan dibawa esok harinya. Dari sini aku melihat lingkar kekompakan. 
Tak lupa dukungan, penyemangat terus mengalir agar percaya acara BAKSOS Jatinegara bisa berjalan Lancar. 

Ahad, 26 Januari 2014 aku dan teman - teman BADARIS BSI Jatiwaringin menuju tempat pengungsian korban banjir di Jatinegara, tepatnya di Kantor SUDIN Kesehatan Jakarta Timur.

Namun bukan Jakarta namanya kalau tidak bertemu dengan kemacetan, dengan berat hati aku mengajak teman - teman untuk berjalan kaki dengan jaraknya lumayan bikin "fiuuhhh .. " hahaha tapi ternyata mereka tetap semangat. :D #Semoga tiap langkah kita dihitung pahala ya teman - teman :D   

Sasaran kami adalah anak - anak korban banjir. Maksud kedatangan kami untuk menghibur adik - adik kampung pulo yang kurang lebih sudah 3 pekan tinggal disana. Dengan berbagai permainan dan hadiah, kami harap mereka bisa terhibur / sedikit lupa dengan keadaan yang mereka alami. 

Sesampainya disana, kami disambut dengan ramahnya oleh mereka, terutama oleh adik - adik kampung pulo. 

" Ayo kakak, aku mau belajar. " kata Chika, salah satu anak korban banjir kampung pulo Jatinegara ( 26/01/2014) .

Melihat kegembiraan adik - adik disana, aku dan teman - teman pun makin semangat untuk menghibur mereka. 

Tak terbayangkan betapa seru dan mengasikan bisa belajar dan bermain dengan mereka. Satu hal yang aku suka adalah disaat mereka selalu bersemangat saat menyuarakan Takbir. 
Subhanallah, rasanya tidak terpancar kesedihan di wajah mereka meski dengan kondisi seperti itu. 

Menjelang siang kami dikejutkan  dengan informasi bahwa akan hadir Kak Seto ketua dari  Yayasan Nakula Sadewa. Ini menjadi hadiah istimewa dari apa yang BADARIS perjuangkan. Karena mempunyai tujuan yang sama Aku dan teman - teman diperbolehkan ikut bergabung menghibur adik - adik. Bersama - sama membuat permainan dan memberi hadiah.

Rasanya senang bukan main, melihat kemeriahan yang dibalut dengan kesederhanaan di hari itu. Terpancar keceriaan, semangat dari adik - adik  membuat kelelahan hilang begitu saja.

Semoga kedatangan kami dan apa yang kami beri bisa bermanfaat untuk adik - adik kampung pulo, tetap samangat dan terus rajjin belajar. 

miss you adik - adik kampung pulo.... :D













Pembelajaran :
”Janganlah kau membatalkan niat baik yang akan kau lakukan karena kau tidak pernah tau ganjaran apa yang mungkin akan kau dapat dari beratnya rintangan yang kau hadapi ketika berusaha melaksanakannya. Karena kebaikanmu bisa menyelamatkan keluarga dan bangsamu"

Senin, 27 Januari 2014

Kangen ngecraft haha

Kira - kira udah tiga bulanan gak ngecraft bikin stok baru atau sekedar iseng - iseng ciptain aksesoris dengan design sendiri. Kangen dari cari ide tema bulanan, konsep pemotretan dan oratoret design barang produksi. Hal itu tuh nyenengin banget walau harus bercape-cape ria  xiixixii.

Apa boleh buat, kemaren banyak waktu kesita karna tugas di kampus dan di kantor, maklum kuliah udah nginjek di semester 5 dan kerjaan dikantor pun sudah masuk di bulan - bulan akhir tahun jadi ya harus vakum dulu xixiixi

Dan sekarang mumpung liburan, coba rapi - rapi file dan cari ide baru untuk ngemulai produksi ditahun 2014 ini. Enaknya bertemakan apa yah???

Hahaha... 
Pokoknya tunggu aja produk pertama di tahun 2014 ini . Ok ? :D
See you ... :*




Selasa, 01 Oktober 2013

Pengumuman pemenang September Giveaway

Hari ini tanggal 1 Oktober 2013, itu tandanya akan ada pengumuman pemenang September Giveaway........

Dan setelah kami membaca cerita - cerita kalian yang penuh perjuangan, full pelajaran maka kami memutuskan pemenang jatuh kepada.....

ini diaaa..... ^_^


Selamat kepada pemenang mendapatkan novel Sebenarnya Tuhan sangat sayang, Dekarose necklace dan souvenir keren dari kami, Cerita - cerita kalian akan menjadi sumber inspirasi buku selanjutnya. Kami tunggu alamat lengkap dikirimkan ke inbox fanpage Mitha Juniar Sintang .

Bagi yang belum menang jangan berkecil hati karena masih akan ada lagi giveaway lainnya dan Terima kasih teman - teman  sudah mengikuti September Giveaway . ^_^

Senin, 16 September 2013

September Giveaway

Hallo semua,,,,,,
bulan ini kita mulai bergiveaway ria yah hehehe. September ini akan banyak hadiah untuk kamu dan salah satu hadiahnya berasal dari penulis berbakat Mitha Juniar yang minggu lalu baru saja lahiran 2 Novel hahaha.....
Hayooo... mungkin kamu salah satu yang menjadi pemenang, buruan deh ikuti caranya sebagai berikut :

  • Like our fanpage Siryscreation, Mitha Juniar dan Gaya Pria.
  • Follow our twitter @siryscreation, @Juniarmitha dan @GayaPriaShop.
  • Follow our blog Sirys creation dan Mitha Juniar.
  • Share foto info giveaway dibawah ini dengan cerita dalam 1 paragraf ketika kamu merasa Tuhan sangat sayang.
  • Akan ada point tambahan jika kamu share dan info giveaway ini di facebook, twitter atau blog.
  • Tulis di komentar blog dibawah ini tanda kamu mengikuti september giveaway dan beri Nama, Alamat email, akun facebook dan twitter.
  • Pemenang akan mendapatkan total hadiah 2 Novel terbaru, DekaRose Necklace, produk keren dari @GayaPriaShop dan cerita pemenang akan ikut dibukukan.
  • Giveaway ini berlangsung tanggal 17 September - 30 September 2013 dan pengumuman pemenang pada tanggal 1 Oktober 2013.
Gimana? seru bangetkan??? ayooo ikutan segera dan dapatkan hadiahnya. Good Luck


Kamis, 11 Juli 2013

Star can't shine without darkness

Do you know what i mean? :)


Jadikanlah dirimu seperti bintang diangkasa, ditempat tinggi seharusnya berada, kamu dilahirkan sebagai pemenang maka teruslah kejar apa yang kau impikan, gapailah cita setinggi langit. Pergi kesana dan bahagiakan juga orang - orang disekitarmu.

Dan dalam menggapai impian kita mutlak mendapat kegagalan, kesedihan, perih atau mungkin hampir putus asa tetapi ketahuilah semua itu kamu terima agar kamu lebih kuat, berpengalaman dan kamu bisa belajar untuk bekal dimasa depan.

Tak ada yang salah ketika Allah SWT menetapkan semua skenario kita, sungguh DIAlah maha sempurna. Dari cerita pahit yang dirasa kita akan makin bersinar jika kita mau mencari makna sebenarnya untuk mengambil hikmah yang ada.

Bintang tak bisa bersinar tanpa kegelapan dan kita tak akan sukses menjadi lebih baik tanpa belajar dari pengalaman mengecewakan.
Jangan menyerah, buat segala kekurangan, kesedihan menjadi penambah semangat juang pemimpi.

Keep Dreaming all ^_^

Rabu, 02 Januari 2013

Nasi sudah menjadi bubur (ayam spesial !)

"Yang ku ingat kamu pernah bilang, kalau kamu salah jurusan untuk kuliah disini. iya kan?" Tanya temanku sambil duduk di depanku

"Ya, sejak awal aku sudah menyadari kekeliruanku dan puncaknya adalah 3 bulan kemarin."  

"Maksudmu puncak di 3 bulan kemarin apa?" raut wajahnya berubah bingung

"3 bulan kemarin adalah fase dimana aku sudah sangat ingin pindah jurusan, sampai aku sering mencari info tentang kampus yang sesuai dengan minatku." 

"Lalu?" Penasaran

"Tapi semua yang ku ingin tidak mudah ku dapatkan dan sekarang aku tidak lagi merasakan seperti kemarin  karena aku lebih memilih menyelesaikan apa yang aku mulai, ku pikir ini juga adalah jalan terbaik dari Allah" Jelasku sambil tersenyum 

"Hmmm...Nasi sudah menjadi bubur yahh?" menepuk pundaku bermaksud menenagkan

"Ya, lebih tepatnya nasi sudah menjadi bubur ayam spesial !" Kata ku dengan semangat.

"Spesial? jurusan ini bukan minatmu bukan? bahkan ini pertama kalinya kamu mempelajari semua." teman ku beragument

"Ya, memang bukan minatku tapi aku mencoba menikmatinya dan Untuk nasi yang sudah menjadi bubur tak perlu disesali terlalu lama, coba lihat bubur yang sudah ada kita tambahkan suwiraan ayam, sate usus, kuah kuning, kecap dll maka bubur itu akan lebih lezat dan mahal dari nasi kan?? itu artinya kita mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari yang kita inginkan.... itu lah rahasia Allah,  selalu memberikan hal yang terbaik tanpa kita duga di kesabaran kita." 

"Kamu benar !"  :D

"Sungguh tak selamanya kesenangan datang dari hal yang kita suka, Selalu benar banyak hikmah dari apa yang kita alami termasuk dari hal yang sudah kita sesalkan." 




Rabu, 26 Desember 2012

[TEASER] HABIBIE & AINUN



Cinta Sejati Ost Habibie & Ainun ~ Bunga Citra Lestari

Manakala hati menggeliat mengusik renungan
Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta
Suara sang malam dan siang seakan berlagu
Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku

Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu
Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku

Sukmaku berteriak, menegaskan ku cinta padamu
Terima kasih pada maha cinta menyatukan kita
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah

Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati
Saat aku tak lagi di sisimu

Ku tunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan

Pasti tahu cinta kita sejati
Lembah yang berwarna
Membentuk melekuk memeluk kita
Dua jiwa yang melebur jadi satu
Dalam kesunyian cinta

Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati
Satu lagi film penghias dibulan Desember ini, pengantar akhir tahun dengan penuh makna pada tiap amanatnya. Diangkat dari buku biografi yang ditulis sendiri oleh Habibie ini memang memiliki cerita yang sangat romantis. Ini adalah kisah tentang apa yang terjadi bila kau menemukan belahan hatimu. Kisah tentang cinta pertama dan cinta terakhir. Kisah tentang Presiden ketiga Indonesia dan ibu negara. Kisah tentang Habibie dan Ainun.


Rudy Habibie seorang jenius ahli pesawat terbang yang punya mimpi besar: berbakti kepada bangsa Indonesia dengan membuat truk terbang untuk menyatukan Indonesia. Sedangkan Ainun adalah seorang dokter muda cerdas yang dengan jalur karir terbuka lebar untuknya.Pada tahun 1962, dua kawan SMP ini bertemu lagi di Bandung. Habibie jatuh cinta seketika pada Ainun yang baginya semanis gula. Tapi Ainun, dia tak hanya jatuh cinta, dia iman pada visi dan mimpi Habibie. 

Mereka menikah dan terbang ke Jerman.Punya mimpi tak akan pernah mudah. Habibie dan Ainun tahu itu. Cinta mereka terbangun dalam perjalanan mewujudkan mimpi. Dinginnya salju Jerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian serta godaan harta dan kuasa saat mereka kembali ke Indonesia mengiringi perjalanan dua hidup menjadi satu.Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas. Kemudian pada satu titik, dua belahan jiwa ini tersadar; Apakah cinta mereka akan bisa terus abadi?






"kamu bisa belajar tentang semangat gapai mimpi, kesetianmu pada cinta pertama dan terakhirmu, tanggung jawab, pengorbanan, pengabdian, kesabaran, tabah, syukur, "

[kutipan : http://radipt.wordpress.com]

Cerita ini dimulai dengan kisah masa remaja Ainun (diperankan oleh Bunga Citra Lestari) yang masih duduk di bangku SMA pada tahun 50-an. Ainun remaja adalah sosok yang cerdas, berani, supel, dan anggun. Pertemuannya dengan Rudy (panggilan Habibie masa itu) berawal ketika Habibie (diperankan oleh Reza Rahadian) menjadi murid pindahan ke kelas Ainun. Disitulah, mulai “timbul perasaan-perasaan” antara keduanya. Lalu, adegan berganti dengan cepat ke Jerman pada tahun 1963, dimana Habibie sedang memberikan konsep kerjanya kepada kolega-koleganya yang tiba-tiba jatuh  karena penyakitTBC yang sudah lama dideritanya. Adegan berganti kembali ke pelataran SMA Ainun dan Habibie, dimana Habibie remaja (diperankan oleh Esa Sigit) mengejek Ainun remaja dengan sebutan “hitam, gendut, seperti gula jawa!” yang pada adegan selanjutnya, tahun 1962, setelah Habibie pulang dari Jerman, ia mengantar Fanny, adiknya, berkunjung ke rumah Ainun. Disitu, si ‘gula jawa’ telah berubah menjadi ‘gula pasir’ yang cantik, putih, dan lebih anggun.
Singkatnya, Ainun pada masa itu adalah kembang desa. Banyak laki-laki baik dari dalam maupun dari luar kampung yang bersedia datang dengan mobil menterengnya untuk sekadar bertemu, bahkan melamar Ainun. Namun demikian, hatinya telah terpaut pada Habibie semenjak pertama kali ia bertemu dengannya. Momen-momen terbaik dalam film ini tentu adegan ketika Habibie dan Ainun berada dalam satu scene, salah satu scene favorit saya adalah ketika Habibie melamar Ainun di dalam becak. Adegan ini, bisa dibilang, memegang peranan penting dalam keberlangsungan seluruh cerita, dimana Habibie berjanji kepada Ainun bahwa ia “tidak bisa menjanjikan apa-apa”, namun berkomitmen untuk “menjadi suami yang baik untuk Ainun.”
Setelah menikah, Ainun memutuskan untuk ikut pergi ke Jerman menemani suaminya. Waktu berselang, Ainun merasakan keganjilan yang membuat dirinya menjadi penghambat kinerja dan produktivitas Habibie dengan proyek yang sudah dibangunnya di Jerman. Namun, dalam ke’gelapan’ dan ke’tersesatan’ pada masa-masa itu, Habibie mengatakan bahwa mereka “sedang berada dalam terowongan yang gelap dan panjang, dan setiap terowongan pasti memiliki ujungnya, cahaya,” dan berjanji kepada Ainun untuk “membawanya ke cahaya itu, bagaimanapun caranya.” Setelah rezim Soeharto dan mandatnya resmi dicabut, dan Habibie mengajukan diri untuk menjadi presiden, berbagai masalah dan hambatan mulai menerpanya. Ainun, yang sudah resmi menjadi dokter anak di Jerman, mulai menemukan keganjilan-keganjilan, seperti seorang pesuruh yang ingin mencoba bekerjasama dengan Habibie, padahal ingin menjatuhkan dan merebut proyeknya, atau seperti seorang calo yang mencoba me’nyuap’ Habibie dengan jam tangan emas dan uang tebusan agar hanya Habibie mau membagi proyeknya dengannya.
Perjalanan luar biasa Habibie dalam membuat pesawat terbang Indonesia pertama, N250, akhirnya terbayar sudah pada penerbangan perdananya yang disaksikan oleh Presiden Soeharto (ini sebelum Habibie menjadi presiden). Salah satu impian Habibie kepada negara, dan kepada Ainun untuk “membuatkan pesawat yang paling aman untuknya” telah terwujud. Semua itu tiba-tiba berubah menjadi kesenduan dan pengalaman pahit yang harus dihadapi Habibie ketika Ainun divonis mengidap kanker ovarium stadium lanjut. Ainun akhirnya dirawat di LMU Klinik Munchen selama kurang lebih 10 tahun (2000-2010), membuat luka mendalam di hati sanak saudaranya, terutama Habibie. Seorang perempuan baja yang bertahan selama satu dekade melawan kanker yang dideritanya, pendukung setia dan kawan karib yang selalu menebarkan kasih sayang, cinta, dan nasihat yang tak akan dilupakan oleh siapa saja yang beruntung untuk mendapatkan itu semua.
Ceritanya berakhir dengan meninggalnya Ibu Ainun Habibie pada tahun 2010; satu adegan perpisahan Habibie dengan Ainun yang membuat air mata ini tak sanggup ditahan. Adegan terakhir yang membuat semua penonton tidak mampu untuk menyembunyikan rasa haru sekaligus bahagia yang begitu mendalam pada kedua sosok paling penting di ranah negeri. Kata-kata singkat dari Habibie, “Jangan tinggalkan saya, Ainun” rasanya sudah menorehkan kesan paling dalam dan romantis pada sosok seorang orang nomor satu di Indonesia.
Saya memberikan 5 bintang untuk film ini. Sempurna! Reza Rahadian dengan apiknya memerankan tokoh Pak Habibie. Cara jalannya, gaya celingukannya, bicaranya, dan logat Jermannya. Sungguh mustahil rasanya bagi saya untuk tidak memberikan kredit untuk Reza Rahadian. Begitu mustahil untuk tidak diingat. Seluruh scene yang dimainkannya terasa begitu flawless dan tidak tampak dibuat-buat, seolah-olah Reza pernah berada dalam situasi dan kondisi rumit yang pernah Pak Habibie dulu rasakan. Hampir tidak ada kekurangannya. Mungkin, pada beberapa scene, dialog antara Habibie dan tokoh lain terdengar agak tidak jelas karena cepatnya cara bicara Reza, ditambah dengan logat Jerman (yang mengucapkan huruf ‘w’ menjadi ’v') sehingga agak mengganggu dan membuat penonton agak linglung. Tapi, secara keseluruhan semuanya tampak mulus berjalan. A world-class acting. Dalam film ini, Reza patut mendapat penghargaan! Sama halnya dengan Reza, Bunga Citra Lestari juga sangat apik dalam memerankan Ibu Hasri Ainun Habibie. Keanggunan, ketangguhan, dan kecerdasan yang melekat pada sosok Ibu Ainun tergambar secara implisit pada diri Bunga. Beberapa aktor dan aktris kondang juga turut meramaikan film ini, seperti Bayu Oktara, Tio Pakusadewo, Ranti Riantiarno, dan Hanung Bramantyo.
Chemistry antara Reza dan Bunga sungguh tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Terlebih lagi, alunan musik yang mengiringi jalan cerita sesuai dengan tema cerita sangat membuat saya tersentuh. Jujur, musik dalam film ini benar-benar membuat saya jatuh hati. Tembang andalan dari Bunga Citra Lestari berjudul “Cinta Sejati” menambah kehangatan dalam film drama romantis ini.
Setting dalam film ini mengambil tempat di Bandung dan beberapa kota-kota di Jerman tempat Pak Habibie dan Ibu Ainun tinggal dulu. Pemandangan burung-burung di pelataran halaman luas yang selalu berkerumun setiap kali ada orang yang memberikan makanan selalu membuat saya terperangah takjub.View dan scenery yang memanjakan mata juga hadir pada beberapa scene, membuat film ini makin indah dan begitu berkesan.
Banyak sekali pelajaran yang saya petik dari film berdurasi tidak lebih dari 120 menit ini, bahwa seorang perempuan yang cerdas itu tidaklah silau akan harta laki-laki. Selain itu, ia juga harus mampu menemukan jati dirinya sebagai seorang istri, ibu, sekaligus kodratnya sendiri sebagai seorang perempuan. Adapun sosok suami, ayah, dan laki-laki pada Pak Habibie yang merupakan sosok baru yang saya bangun untuk saya ambil sikap-sikap teladannya, bahwa laki-laki harus memegang janji sesuai dengan skill-nya, tidak asal melontarkan rayuan gombal dan menjanjikan ini-itu, yang padahal tidak pernah ada.
Sebuah pengertian cinta yang murni, suci, sejati, sempurna, dan abadi tertuang dalam sebuah film karya Faozan Rizal ini. Pemeranan dua sosok paling penting yang pernah menjabat sebagai orang nomor satu dan orang paling berpengaruh di Indonesia sekaligus oleh Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari rasanya sungguh sayang jika dilewatkan dalam film Habibie & Ainun. Sebuah definisi akan kesetiaan dan ketangguhan seorang B.J. Habibie dan Hasri Ainun Habibie yang cinta, pengorbanan, dan kerja kerasnya akan terus terkenang dalam benak orang-orang yang masih dan terus mencintainya. Sebuah kebebasan dalam ketidakadilan dan kebimbangan pada dunia seorang perempuan sungguh tergambar jelas dalam film ini.
Dibalik kehidupan seorang pemimpin, ada dua sosok yang menjadi penentu: ibu dan istri. – B.J. Habibie.
Doa Pak Habibie untuk Ibu Ainun:
MANUNGGAL
Allah, lindungilah kami
Dari segala gangguan, godaan dan kejahatan
Yang datang dari luar dan dalam
Mencemari yang Engkau tanam di diri kami, Bibit Cinta
Cinta, Murni, Suci, Sempurna dan Abadi
Sepanjang masa, kami siram tiap saat dengan kasih sayang
Kami bernaung dan berlindung dibawah Bibit Cinta ini
Cinta yang telah menjadikan kami Manunggal
Manunggal Jiwa, Roh, Batin dan Nurani kami
Sepanjang masa, sampai Akhirat
Terima kasih Allah, Engkau telah pisahkan kami
Sementara berada dalam keadaan berbeda
Istriku Ainun dalam Dimensi Baru dan Alam Baru
Saya dalam dimensi Alam Dunia
Terima kasih Allah, sebelum kami dipisahkan
Engkau telah jadikan kami manunggal
Saya manunggal dengan Ainun sepanjang masa
Memperbaiki, menyempurnakan dan menyelesaikan
Rumah kami di Alam Dunia sesuai dengan keinginanMu
Ainun manunggal dengan saya sepanjang masa
Membangun “Raya” kami yang Abadi di Alam Baru
Murni, Suci dan Sempurna sesuai dengan keinginanMu
Terima kasih Allah, Engkau telah menjadikan bibit CintaMu ini
paling Murni, paling Suci, paling Sejati, dan paling Sempurna
Sifat ini di seluruh Alam Semesta hanya mungkin dimiliki engkau
Jika sampai waktunya
Tugas kami di Alam Dunia dan di Alam Baru selesai
Tempatkanlah kami Manunggal di sisiMu
Karena Cinta Murni, Suci, Sejati, Sempurna dan Abadi
Dalam “Raga” yang Abadi, dibangun Ainun manunggal dengan saya sesuai kehendakMu di Alam Baru sepanjang masa
Jiwa, roh, Batin, “Raga” dan Nurani kami, Abadi sampai Akhirat


Review 
Judul : Habibie & Ainun
Pemain : Reza Rahardian, Bunga Citra Lestari, Ratna Riantiarno, Hengky Sulaiman, Bayu Oktara
Sutradara :Faozan Rizal
Genre : Drama Romantis
Produser : Dhamoo Punjabi, Manoj Punjabi
Produksi : MD Pictures

Pages